Sri Astikah
perempuan Surabaya, temanku ketika SD, kami terpisah selama SMP dan SMA (sekitar 7 tahun) dan berkat kecanggihan teknologi, aku berhasil menjalin kembali kontak dengan satu persatu teman-temanku, tidak terkecuali Sri ini, secara tiba-tiba dia mengatakan bahwa dia menyukaiku, dan rasa suka itu disimpannya sejak dulu kala, karena dia tahu bahwa saat itu aku menyukai seseorang (Nurazizah) secara bertahap akhirnya aku menjalin hubungan dengannya, kisah cinta pertamaku yang berbunga-bunga, tapi tidak lama aku menyakiti hatinya, ditambah lagi orangtuanya menyuruhnya untuk segera menikah, aku yang berusaha untuk menuruti permintaan itu akhirnya pindah kampus demi mempercepat kelulusanku, akhirnya aku pindah ke UII, Yogyakarta setelah sebelumnya kuliah di ISID, Ponorogo.
Namun cerita ini ternyata bertambah lebih rumit, orangtuanya bertambah giat memaksa Sri untuk menikah dengan anak temannya, dan jarak Yogyakarta-Surabaya membuat kami sering tidak bisa menerima keadaan masing-masing, akhirnya kami putus dan dia menikah dengan orang pilihan ibunya.
Fitri Astuti
Kepindahanku ke UII dan pertengkaranku dengan Sri membuatku segera mencari seseorang wanita untuk melabuhkan hatiku, aku masih ingat, saat itu kami ada acara "malam inagurasi" dan angkatan kami akan menampilkan drama kabaret sebagai upaya untuk mendapatkan piala bergilir tahunan, dan aku melihat sosok itu duduk jauh di hadapanku, senyum manisnya membuat mata ini tidak bisa melupakan setiap inchi garis bibirnya, aku jatuh cinta kepada gadis itu, berbagai cara kulakukan untuk mendapatkan hatinya, tidak lama waktu berselang akhirnya aku menyatakan cintaku, dan dia menerimanya, betapa senang hatiku, tapi baru 7 hari aku mendapatkan cintanya aku terkena musibah yang dampaknya terasa hingga saat ini (saat tulisan ini dibuat sudah 3 tahun lamanya) setelah sebelumnya aku menyakiti hatinya.
Aku bersyukur dia mau menerima keadaanku, tapi aku tidak ingin selalu merepotkan dia, karena yang aku sadari, selama setahun lebih aku menjalani kisah ini bersamanya, aku selalu menuntutnya untuk selalu ada di sisiku, semua karena egoku yang muncul karena sakitku ini, ditambah lagi perempuan yang aku suka sejak SD (Nurazizah) kembali mengontakku, membuat pertengkaran demi pertengkaran lahir di hubungan kami, sehingga akhirnya aku pun harus memilih satu di antara mereka agar tidak ada hati yang tersakiti lebih lama.
Dengan sengaja aku membuat akun facebook baru untuk bisa kontak dengan Nurazizah dan aku log in dengan netbook milik Fitri, semua ini sengaja aku lakukan agar Fitri membenciku dan lebih memilih menyingkir dariku, karena sebelumnya yang terjadi adalah kami putus, tapi masih berhubungan dan akhirnya "nyambung" lagi, untuk yang kali ini jalannya sukses, dia nampaknya amat sangat membenciku, tapi aku bersyukur daripada aku harus selalu menyakiti hatinya terus menerus.
Nurazizah
Ini dia perempuan yang telah meluluhkan hatiku sejak kelas 4 SD, saat itu aku baru pindah dari Jakarta untuk melanjutkan studi di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah Malang, Ujian Caturwulan (metode saat itu, 1998) pertamaku, aku duduk di samping perempuan cantik, namanya Nurazizah, pada awalnya aku hanya kenal sebagai teman, tapi temanku yang lain tidak melihatnya demikian, mereka menganggapku ada "hati" dengan Irza (panggilan Nurazizah) dan kegiatan jodoh-menjodohkan ala anak SD berlangsung, hal itu membuatku jadi suka dengan sosoknya, dan rasa suka ini tersimpan rapi sampai saat ini.
Aku masih menjalin kisah bersamanya sampai saat ini, cerita-cerita hidupku banyak kulalui bersamanya.
Khairun Nisa
Suatu saat aku menjaga kasir warnet milik kakakku, ada seseorang perempuan menyapaku, cantik, usianya terpaut 10 tahun denganku, saat itu dia masih kelas 2 SMP, beberapa hari berselang dia menyatakan bahwa dia menyukaiku dan aku juga suka dengannya, saat itu tepat aku sedang berkelahi dengan Irza, akhirnya aku memintanya, dan dia menerimaku menjadi kekasihnya, tapi kisah kami hanya berselang 2 hari, aku juga menyadari kisah kami takkan kekal, selain karena aku masih ada kontrak batin dengan Irza, Nisa dan aku ternyata adalah saudara sepupu, Nenekku dari ibu dan Neneknya dari ayah adalah saudara kandung, masih ada kemungkinan cinta ini kami teruskan tapi dia lebih memilih aku menjadi kakak yang bisa mengayominya.
Mia
ceritanya ada di bawah, untuk yang satu ini jujur aku sakit hati dengannya, tapi rasa cintaku kepadanya membiaskan sakitku dan menjadikannya celah harapan.
Itulah lima saudari yang selama ini mengisi hari-hariku, sejujurnya masih ada 2 lagi, tapi karena aku belum pernah meminta mereka menjadi pacarku, maka aku tidak akan membahas tentang mereka, mereka adalah Siti Fatimah dan Rina Yustiningrum
No comments:
Post a Comment