Wednesday, September 24, 2014

Nurazizah

aku dulu tidak menyangka bisa bertemu dengannya, kelas 4 SD (1998/1999) dipertemukan oleh Allah dengan diberikan tempat duduk ketika ujian caturwulan bersama. awalnya sih mungkin bisa dibilang cinta monyet, karna toh awal sukaku karena aku "digojlokin" sama teman-temanku. namun makin hari perasaanku makin ga bisa dibendung, entah dengan perasaan dia padaku.

tahun 2008/2009, 10 tahun sejak pertemuan itu dan semenjak aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi semenjak aku masuk Gontor, aku diperkenankan lagi bertemu dengannya lewat canggihnya telekomunikasi yang te4rus berkembang. bukan main senangnya aku, namun masalah terjadi saat itu, temannya datang dan mengatakan dia suka padaku, aku yang tak tahu cara bersikap saat itu hanya mengiyakan saja, membuat nurazizah pergi menjauh dari hidupku.

2011, saat yang tak diduga, saat aku menginjak umur setahun penyakitku karena ulah nakalku dia datang lagi, aku yang tak pernah berhenti mengharapkannya begitu senang dan langsung menceritakan keadaanku, aku kembali berkomunikasi dengannya, namun karena aku masih menjalin hubungan dengan Fitri membuatku harus memilih dan bertengkar dengan Fitri untuk waktu yang lama, akhirnya 2012 aku ketahuan "selingkuh" oleh Fitri yang membuat dia merasa jijik atau marah atau apalah itu, tapi memang itulah tujuanku, agar dia tidak lagi mau menerimaku bila aku ingin dengannya lagi seperti sebelum-sebelumnya.

sampai detik ini, aku masih memiliki hubungan erat dengan NURAZIZAH, kami berniat menikah di tahun 2017/2018 menuruti keinginan dari orangtuaku yang ingin anaknya haji terlebih dahulu, alhamdulillah irzaku menerimanya dan bersedia menantiku untuk membawakan roti buaya lamaranku kepadanya. semoga selama masa penantian ini tidak ada konflik berarti antara aku dengannya, aku sungguh amat mencintainya dan amat sangat menyayanginya, mungkin orang-orang melihat ini berlebihan, namun inilah aku dengan segala kekuranganku, bertahun-tahun memendam perasaan untuk seseorang telah membuatku faham akan sebuah nilai perjuangan, dan beberapa konflik antara kami berdua membuatku faham arti sebuah rasa kasih sayang yang harusnya aku berikan pada satu orang saja.

semoga kami berdua berjodoh dunia dan akhirat nanti ya Allah, dan berkahilah kepada kami sebuah ikatan pernikahan yang suci yang membuahkan 2 anak manis, sholeh dan sholehah, bila memang ada rezekiku, aku akan mengasuh 100 anak yatim bersamaku untuk mengikuti sunnah Rasulullah. ya Allah tautkanlah hatiku yang rapuh ini kepada-Mu dan hati nurazizah kekasihku kepada-Mu, jangan buat kami menjauh dari segala rahmat dan hidayah-Mu ya Allah dan satukanlah kami pada sebuah tali pernikahan yang suci di bawah ridho-Mu...aamiiin

Monday, May 19, 2014

Hidup Bersama Cinta

Entah darimana harus aku mulai semua cerita ini, semua serba berkaitan satu sama lain, bila kuceritakan satu persatu takkan cukup waktu 25 tahun untuk menceritakannya, jadi kita langsung ke intinya saja, skip...ini cerita tentang kehidupanku mencari jati diriku, mencari seseorang untuk menemani hariku, lebih tepatnya mencari pacar, hehehe

Sri Astikah

perempuan Surabaya, temanku ketika SD, kami terpisah selama SMP dan SMA (sekitar 7 tahun) dan berkat kecanggihan teknologi, aku berhasil menjalin kembali kontak dengan satu persatu teman-temanku, tidak terkecuali Sri ini, secara tiba-tiba dia mengatakan bahwa dia menyukaiku, dan rasa suka itu disimpannya sejak dulu kala, karena dia tahu bahwa saat itu aku menyukai seseorang (Nurazizah) secara bertahap akhirnya aku menjalin hubungan dengannya, kisah cinta pertamaku yang berbunga-bunga, tapi tidak lama aku menyakiti hatinya, ditambah lagi orangtuanya menyuruhnya untuk segera menikah, aku yang berusaha untuk menuruti permintaan itu akhirnya pindah kampus demi mempercepat kelulusanku, akhirnya aku pindah ke UII, Yogyakarta setelah sebelumnya kuliah di ISID, Ponorogo.

Namun cerita ini ternyata bertambah lebih rumit, orangtuanya bertambah giat memaksa Sri untuk menikah dengan anak temannya, dan jarak Yogyakarta-Surabaya membuat kami sering tidak bisa menerima keadaan masing-masing, akhirnya kami putus dan dia menikah dengan orang pilihan ibunya.

Fitri Astuti

Kepindahanku ke UII dan pertengkaranku dengan Sri membuatku segera mencari seseorang wanita untuk melabuhkan hatiku, aku masih ingat, saat itu kami ada acara "malam inagurasi" dan angkatan kami akan menampilkan drama kabaret sebagai upaya untuk mendapatkan piala bergilir tahunan, dan aku melihat sosok itu duduk jauh di hadapanku, senyum manisnya membuat mata ini tidak bisa melupakan setiap inchi garis bibirnya, aku jatuh cinta kepada gadis itu, berbagai cara kulakukan untuk mendapatkan hatinya, tidak lama waktu berselang akhirnya aku menyatakan cintaku, dan dia menerimanya, betapa senang hatiku, tapi baru 7 hari aku mendapatkan cintanya aku terkena musibah yang dampaknya terasa hingga saat ini (saat tulisan ini dibuat sudah 3 tahun lamanya) setelah sebelumnya aku menyakiti hatinya.

Aku bersyukur dia mau menerima keadaanku, tapi aku tidak ingin selalu merepotkan dia, karena yang aku sadari, selama setahun lebih aku menjalani kisah ini bersamanya, aku selalu menuntutnya untuk selalu ada di sisiku, semua karena egoku yang muncul karena sakitku ini, ditambah lagi perempuan yang aku suka sejak SD (Nurazizah) kembali mengontakku, membuat pertengkaran demi pertengkaran lahir di hubungan kami, sehingga akhirnya aku pun harus memilih satu di antara mereka agar tidak ada hati yang tersakiti lebih lama.

Dengan sengaja aku membuat akun facebook baru untuk bisa kontak dengan Nurazizah dan aku log in dengan netbook milik Fitri, semua ini sengaja aku lakukan agar Fitri membenciku dan lebih memilih menyingkir dariku, karena sebelumnya yang terjadi adalah kami putus, tapi masih berhubungan dan akhirnya "nyambung" lagi, untuk yang kali ini jalannya sukses, dia nampaknya amat sangat membenciku, tapi aku bersyukur daripada aku harus selalu menyakiti hatinya terus menerus.

Nurazizah

Ini dia perempuan yang telah meluluhkan hatiku sejak kelas 4 SD, saat itu aku baru pindah dari Jakarta untuk melanjutkan studi di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah Malang, Ujian Caturwulan (metode saat itu, 1998) pertamaku, aku duduk di samping perempuan cantik, namanya Nurazizah, pada awalnya aku hanya kenal sebagai teman, tapi temanku yang lain tidak melihatnya demikian, mereka menganggapku ada "hati" dengan Irza (panggilan Nurazizah) dan kegiatan jodoh-menjodohkan ala anak SD berlangsung, hal itu membuatku jadi suka dengan sosoknya, dan rasa suka ini tersimpan rapi sampai saat ini.

Aku masih menjalin kisah bersamanya sampai saat ini, cerita-cerita hidupku banyak kulalui bersamanya.

Khairun Nisa

Suatu saat aku menjaga kasir warnet milik kakakku, ada seseorang perempuan menyapaku, cantik, usianya terpaut 10 tahun denganku, saat itu dia masih kelas 2 SMP, beberapa hari berselang dia menyatakan bahwa dia menyukaiku dan aku juga suka dengannya, saat itu tepat aku sedang berkelahi dengan Irza, akhirnya aku memintanya, dan dia menerimaku menjadi kekasihnya, tapi kisah kami hanya berselang 2 hari, aku juga menyadari kisah kami takkan kekal, selain karena aku masih ada kontrak batin dengan Irza, Nisa dan aku ternyata adalah saudara sepupu, Nenekku dari ibu dan Neneknya dari ayah adalah saudara kandung, masih ada kemungkinan cinta ini kami teruskan tapi dia lebih memilih aku menjadi kakak yang bisa mengayominya.

Mia

ceritanya ada di bawah, untuk yang satu ini jujur aku sakit hati dengannya, tapi rasa cintaku kepadanya membiaskan sakitku dan menjadikannya celah harapan.

Itulah lima saudari yang selama ini mengisi hari-hariku, sejujurnya masih ada 2 lagi, tapi karena aku belum pernah meminta mereka menjadi pacarku, maka aku tidak akan membahas tentang mereka, mereka adalah Siti Fatimah dan Rina Yustiningrum

Tuesday, May 6, 2014

Gaddul Bashar

Habis baca novel "BUMI CINTA" karya kang abik, jadi malu, bener bener malu, padahal aku dari kecil di pesantren, bayangin aja dari kelas 4 SD aku udah ngerasain gimana ditempa, dididik dengan pendekatan agama. Tapi hasilnya NIHIL.

Setiap ada perempuan lewat mesti aku selalu mandangin wajahnya, terlebih kalo yang lewat itu MIA, perempuan terindah yang pernah aku posting sebelumnya, coba deh baca di bawah. Aku kaya disuruh dongak dan melihat perempuan itu yang emang diciptain sebagai kelemahannya pria.

Ga percaya kalo aku bilang wanita itu kelemahan pria? inget cerita nabi Adam? nenek moyang manusia. Emangnya kenapa beliau diturunkan ke Bumi? padahal dulu kan mereka (Adam dan Hawa) ditempatkan di salah satu surga Allah. Menurut cerita yang banyak beredar sih emang yang bujuk mereka adalah setan, tapi ntar dulu deh, dikira setan langsung gitu aja ngerayu Adam? ga bro. Setan tuh ngerayu Hawa dulu, nah Hawa tuh yang ngebujuk Adam biar metikin buah Khuldi yang katanya terlarang, akhirnya dikutuklah mereka dan diturunkanlah ke Bumi. (sorry ya ceritanya singkat banget, lagi males ngetik)

Singkat cerita, aku sekarang lagi ada di Cipanas nih, kediaman MIA yang udah meracuni pikiranku, setiap hari aku mikirin dia, entah kenapa, setiap aku bertekad untuk melepasnya, setiap itu juga setan ada dan menggoda imanku, dan sekarang aku lagi nyoba buat ga natap dia atau antek-anteknya (sodara-sodaranya yang sering bareng dia) lewat tulisan ini aku minta maaf sama MIA, bukan bermaksud sombong atau apalah itu kamu bilang karena ga lihat kamu, ga nanya, ga nyapa, aku cuma mau menjaga imanku yang hanya sebesar biji jagung.

kalau memang kamu mau aku senyumin setiap hari, setiap saat, setiap detik, sabarlah buat menungguku membawakan "roti buaya" untukmu, entah kapan. Kalau memang tidak mau, mungkin aku akan menyimpan saja harapanku ini, aku akan berikan senyumku yang tidak indah ini kepada istriku kelak.

mau tau lebih banyak tentang menahan pandangan atau gaddul bashar? baca ini

Friday, April 11, 2014

perkenalan

Kata orang dulu kan "ga kenal ga sayang" nah makanya kita mau kenalan nih biar banyak yang sayang sama kita, hehe. Jangan ada yang protes ya...

nama kita : Salasin Yasykur Nadziir
ah tapi capek juga sih nulis banyak banyak, mending ada yang baca. enaknya mending situ add facebook kita dah di sini kan tambah tambah kenalan sekalian tuh biar tambah relasi